Social Icons

twitterfacebookgoogle plusemail

Saturday, September 3, 2011

Aku Malu Menghadapmu Ya Allah,..

Malu karena amal dan ibadah belum sesuai dengan nikmat yang dicurahkan kepada ku setiap hari.
Malu karena masih sering mengikuti nafsu duniawi.
Malu karena sering tidak bersedekah walaupun rejeki berlimpah
Malu karena saat bersedakan masih ada rasa tidak iklas
Malu karena hanya menyedekahkan sedikit dari apa yang ku miliki
Malu karena belum bisa menerapkan "hari ini lebih baik dari hari esok"

Saat doa - doaku dijawab, saat itu momen paling memalukan karena kesalahan yang kuperbuat selalu di sapa Allah dengan rahmat dan kasih sayang. Saat ku menjauh 10 langkah Allah mendekati 9 langkah, Saat aku mendekatinya 10 langkah dia mendekatiku 11 langkah.

Alangkah malunya hati ini bila saat datang kepadanya dengan segala ketidak seimbangan ini. Aku manusia tempat salah dan lupa. Aku berbuat yang terbaik menurut tuntutanMu. Berikan hamba Hidayah dan Kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki diri




aku tahu Engkau Maha Mendengar,
Aku tahu Engkau Maha Melihat,
Aku tahu Engkau Maha Penyayang,
dan Aku tahu Engkau tak pernah mengecewakan hambaMu…
setiap saat, menit, detik bahkan setiap hembusan nafas ini Kau selalu memberikan berkah dan karuniaMu bagi setiap hambaMu. Engkau benar-benar Maha Pemurah, Kau Kucurkan karunia itu kepada siapa saja hambaMu, tanpa pandang bulu, Kau sungguh Maha Pemurah. Padahal, hanya segelintir orang yang sadar akan karuniaMu itu, tapi Engkau karuniakan semuanya untuk hambaMu.

Aku malu..
meski Aku tak ingat Kau, Kau tetap memberikan berkahMu, berkahMu tak terkira dan jumlah nya tak terhitung.
Sungguh aku malu aku hanya menghadapMu ketika aku PERLU
Aku malu, Aku menghadapMu ketika Aku SEDIH
aku malu, Aku menghadapMu ketika aku MENGINGATMU

Dan ketika pinta, tangis, raungan itu sepertinya tidak Kau dengar, aku mencoba menggugatMu.
Aku marah
Aku kesal
Aku kecewa
Aku putus asa

dan….
aku lupa..
di balik semua itu,
di balik raungan
di balik tangisan
di balik pilu lara
terselip cahaya yang akan memberi setitik senyuman.

aku malu Ya Rabb,,,
cahaya itu kini mulai tampak, Kau hantarkan pada hati yang mulai kosong ini,
padahal masih teringat di kala matahari terbenam ku mencoba “menggugat

aku malu Ya Rabb…
begitu Pemurahnya Engkau..
meski ku tahu berkas cahaya itu memang datang dari arah yang beda, dan masih belum bisa mengubah tangis kemarin menjadi canda.

tapi,,,,
Engkau tetap Pemurah,,
Karena Kau rela memberikan cahaya itu pada orang yang sebelumnya berani menggugatMu.

Aku malu
namun aku bersyukur memilikiMU
semoga cahaya itu dari hari ke hari makin terang dan nyata Ya Rabb,,

edited     : magh,.ispiration : mas gempil gembel
sumber : berbagai debat n berbagai sumber,. ^^

tolong di share ya,.. thx ^^

1 comments:

  1. tentukan langkahmu, memulai dengan memepercayai agama,memperdalam islam...yakinkan hati hanya untuk alloh semata.

    ReplyDelete