Social Icons

twitterfacebookgoogle plusemail

Saturday, September 3, 2011

Ketika seorang manusia mencoba mengartikan cinta

Kata seorang sahabat, Bila telapak tanganmu berkeringat, hatimu dag-dig-dug, suaramu bagai tersangkut di tenggorokan, Itu bukan cinta tetapi SUKA. Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya, Itu bukan cinta tetapi BERAHI. Bila kamu menginginkannya karena tahu Ia akan selalu berada di sampingmu, Itu bukan cinta tetapi KESEPIAN.
Bila kamu menerima pernyataan cintanya Karena kamu tidak mau menyakiti hatinya, Itu bukan cinta tetapi KASIHAN. Bila kamu bersedia memberikan semua yang kamu sukai demi dia, Itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI. Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang, Itu bukan cinta tetapi KEMUJURAN. Bila kamu mengatakan kepadanya bahwa ia adalah satu-satunya hal yang kamu pikirkan, Itu bukan cinta tetapi GOMBAL.
Kamu mencintainya Ketika kamu menerima kesalahan dia, karena itu adalah bagian dari kepribadiannya. Ketika kamu rela memberikan hatimu, kehidupanmu, bahkan kematianmu. Ketika hatimu tercabik bila ia sedih, dan berbunga bila ia bahagia. Ketika kamu menangis untuk kepedihannya, Biarpun ia cukup tegar menghadapinya.  Ketika kamu tertarik kepada orang lain, Tetapi kamu masih setia bersamanya.
Cinta adalah pengorbanan, mencintai berarti memberi diri. Cinta adalah kematian atas egoisme dan egosentrisme. Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus dibayar, untuk sebuah CINTA..
Semua di atas adalah kata perumpamaan, tapi awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat! Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka, tapi seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup, hingga kita tidak melihat pintu yang lain, yang telah terbuka bagi kita.
Jangan percaya penglihatan, penglihatan dapat menipu. Jangan percaya kekayaan, kekayaan dapat sirna. Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum, sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan untuk mengubah hari gelap menjadi terang.
Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum. Angankan apa yang engkau ingin angankan. Pergilah kemana engkau ingin pergi. Jadilah seperti yang engkau kehendaki. Sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.
Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum, cukup pencobaan untuk membuatmu kuat, cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi, dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.
Dalam cinta, orang tidak memperhitungkan apakah yang ia berikan seimbang dengan yang ia terima. Bahkan dalam cinta itu sendiri sejatinya mengandung kenikmatan yang tertinggi. Bukankah Kahlil Gibran pernah mengatakan bahwa cinta sebetulnya telah cukup dijelaskan dengan cinta itu sendiri?
Mereka yang paling berbahagia, tidaklah harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu. Mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka. Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapat diraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu. Engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hingga engkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu.
(disunting dari beberapa artikel tentang cinta)
Semoga tulisan ini bermanfaat.

http://nugraha-cevest.info/2011/05/ketika-seorang-manusia-mencoba-mengartikan-cinta/

0 comments:

Post a Comment