Social Icons

twitterfacebookgoogle plusemail

Saturday, September 3, 2011

Surat cinta untuk seorang sahabat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi “wahai hati”.. aku minta maaf jika pagi ini aku mengganggumu dengan tulisan-tulisan yang mungkin akan mengubah cara pandangmu tentang aku. Tulisan ini tidak bermaksud untuk membuatmu bingung atau ragu dengan rasa yang sedang menyelimuti hatimu dengan “dia” atau siapapun. Aku hanya tidak mau menyesal karena cinta, karena penyesalan yang paling besar adalah hilangnya kesempatan untuk menyatakan cinta. karena haram hukumnya untuk meminang diatas pinangan saudaranya sesama muslim. Tidak baik menyatakan cinta kepada wanita yang sudah jelas status hubungannya. Jadi mumpung masih ada kesempatan, ijinkanlah aku untuk menyampaikan rasa yang berbisik lirih di sanubari ini.
Ana uhibbuki fillah “wahai hati”, aku tulus mencintaimu karena cintanya yang maha luas. Insya Allah aku akan tetap baik dan dekat denganmu apapun nanti alur ceritanya entah sebagai sahabat, pasangan, atau saudara. Ada rasa nyaman dan aman, nurani yang berbisik lirih saat aku menjumpaimu saat pertama dan terakhir. Sebuah rasa yang aku rindukan sejak dulu. Sebuah rasa yang bahkan tidak aku rasakan saat berjumpa dengan “humaira” cinta pertamaku. Aku tidak mengharapkan cinta yang melimpah ruah. Aku cukup hidup dengan secercah cinta yang mampu melepaskan segala nestapa. Karena terlalu cinta membuat kita takut kehilangan. Aku hanya menginginkan cinta yang sederhana sesederhana cinta itu sendiri.
Seorang sahabat pernah berkata ketika kamu jatuh cinta maka akan turun hujan di hatimu, gemericik rintik yang mengalirkan symponi di dalam hati. Sebuah harmoni dalam damai. Sebuah rasa yang tidak dapat dilukiskan dengan kata. Sebuah rasa yang hanya dapat dirasakan dengan rasa. Jiwaku bersenandung lirih dan berkata aku jatuh cinta padamu “wahai hati”. Aku membutuhkanmu untuk menemaniku menjalani hidup ini, melengkapi ketidaksempurnaan aku dan menghadirkan cinta.
Wahai hati, Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Curahan Hati:
“Tuhan tolonglah hapus dia dari hatiku. Kini semua percuma tak kan mungkin terjadi kisah cinta yang selalu aku banggakan. Kau hempas semua Masa yang tercipta untukmu Tanpa pernah melihat Betapa ku mencoba Jadi yang terbaik untuk dirimu. Oh mengapa tak bisa dirimu Yang mencintaiku tulus dan apa adanya. Aku memang bukan manusia sempurna Tapi ku layak dicinta karena ketulusan. Kini biarlah waktu yang jawab semua Tanya hatiku..” (lirik lagu tanya hati –pasto-)
Keabadian cinta adalah impian semua orang. Sepanjang kehidupan diri ini terus mencari cinta sejati yang sering dituliskan sang pujangga. Aku ingin terus berjalan menelusuri jejak yang tertinggalkan. Mengumpulkan keping demi keping jiwa yang terlukai. Dengan nafas tersisa aku mencoba bertahan dalam ketidakberdayaan.
Ingin kutata kembali taman kebahagiaan yang sempat terengut. Kepadamu aku berharap banyak, Sebanyak rindu yang bersemayam di dalam jiwa. Inikah yang dinamakan kebahagiaan sejati setelah airmata menyapa dan hati terluka. Biarkan semu menjadi nyata dan hina menjadi mulia
Saat raga hampir terengut dan jiwa melayang-layang tidak bertuan. aku baru menyadari satu kenyataan  mencintaimu adalah suara hati. Bersamamu aku ingin menciptakan symphony pada relung yang mengharapkan manja. Pena ini tak pernah berhenti menggoreskan tinta cinta. Halaman demi halaman tak berkesudahan. Namamu nyata terukir disana.
Aku mengagumimu sebagaimana sempurna ciptaan Tuhan. Tidak lebih, tapi mengapa hati ini berontak. Ada gulana di dalam jiwa. Apakah itu pertanda aku sedang jatuh cinta? Cahaya surgawi memancarkan keindahan nyata saat hati dilanda cinta. Di atas langit masih terlukis bianglala pertanda dunia masih memiliki cinta. Meski harus menunggu lama untuk satu bahagia aku rela
Aku tidak mengharapkan cinta yang melimpah ruah. Aku cukup hidup dengan secercah cinta yang mampu melepaskan segala nestapa. Karena terlalu cinta membuat kita takut kehilangan. Aku hanya menginginkan cinta yang sederhana sesederhana cinta itu sendiri.
Dalam cinta, orang tidak memperhitungkan apakah yang ia berikan seimbang dengan yang ia terima. Bahkan dalam cinta itu sendiri sejatinya mengandung kenikmatan yang tertinggi. Bukankah Kahlil Gibran pernah mengatakan bahwa cinta sebetulnya telah cukup dijelaskan dengan cinta itu sendiri? Setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk mencintai. Cinta itu akan terasa nyata apabila cinta mencintai dengan caranya.
Untuk cinta tidak ada yang bisa kita lakukan selain saling percaya dan saling mengerti. Kita tidak mungkin bisa melupakan kenangan masa lalu karena selamanya masa lalu akan menjadi penggalan hidup manusia.
Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat! Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka, tapi seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup, hingga kita tidak melihat pintu yang lain, yang telah terbuka bagi kita.
Jangan percaya penglihatan, penglihatan dapat menipu. Jangan percaya kekayaan, kekayaan dapat sirna. Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum, sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan untuk mengubah hari gelap menjadi terang. Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum. Angankan apa yang engkau ingin angankan. Pergilah kemana engkau ingin pergi. Jadilah seperti yang engkau kehendaki. Sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.
Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum, cukup pencobaan untuk membuatmu kuat, cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi, dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia. Mereka yang paling berbahagia, tidaklah harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu. Mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka. Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapat diraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu. Engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hingga engkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu.
Terimakasih buat semuanya, semoga kita selalu dalam lindungannya.
Bekasi, 30 Mei 2011 pukul 2.58
Dian Nugraha

http://nugraha-cevest.info/2011/05/surat-cinta-untuk-seorang-sahabat/

0 comments:

Post a Comment