Social Icons

twitterfacebookgoogle plusemail

Tuesday, January 10, 2012

Sepi itu, Bukan Masalah

Sepi itu, Bukan Masalah
Oleh : Theofani Zahra
Ide : 21 November 2011
Seharusnya saat kita melihat sepi telah merenggut daerah KBQT, kita patut untuk memamerkan senyum tenang, karena ada kemungkinan bahwa teman-teman keluar dari KBQT untuk belajar atau bahkan sudah mulai beraksi di luar sana. Tapi ternyata sementara ini yang ada, teman-teman bukan keluar dari KBQT, namun mereka tersembunyi ditepian KBQT bagian timur sana, dan yang pasti ada yang belajar namun ada yang tidak belajar pula, entah nge-game, bercanda, ngobrol, main gitar dll.
Jika kita lihat yang seperti itu menjadi bukan KBQT banget. Seakan-akan semangat belajar memang sudah benar-benar hilang, Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena teman-teman yang belajar di KBQT sudah membayangkan bahwa KBQT adalah sebuah sekolah. Sehingga mereka datang dengan mengharap ulur tangan, arahan, dan hanya berdiam diri untuk menunggunya. Ya, menjadi tidak mandiri, pemalas, dan bingung apa yang harus dilakukan. Dan juga seharusnya warga KBQT selayaknya untuk tahu bahwa belajar itu bisa dengan siapa saja dan di mana saja, kalimat sekarang yang ada bukan lagi, “boleh putus sekolah tapi tetap belajar” namun “boleh tidak eksis di dalam KBQT tapi tetap belajar”. Ya begitulah, sekarang ini di dalam KBQT justru tempatnya orang yang bermalas-malasan.
Aku membayangkan, memang patut untuk diupayakan bahwa KBQT ini harus sepi. Namun sepi ini adalah karena teman-teman yang seharusnya bercanda, nggegame, ngobrol dan melakukan hal-hal kurang bermanfaat di KBQT sudah mulai belajar diluar dan juga bergerak melakukan apapun diluar, karena memang belajar bukanlah harus dilingkup KBQT. KBQT itu kan bukan hanya di sekitar rumah pak Bahruddin, namun KBQT itu sangat luas dan minimal kita pun sudah bisa mengenal masyarakat Kalibening. Dan kemudian, aku punya harapan bahwa waktu-waktu kumpul wajib di KBQT hanyalah akan menjadi wadah curhat, mengingatkan, saling berbagi dan melangkapi (dalam hasil pembelajaran). Bisa mulai dari HarKes, Upacara, dan Tawashi. Mungkin sementara ini Upacara sudah terlaksana baik tentang laporan pembelajran di kelas, dan akan lebih baik lagi jika tawashi juga akan menjadi tempat share hasil pembelajaran individu, jadi kita bisa saling mengingatkan dan menikmati hasil belajar teman kita yang lain. Kemudian mengingat juga bahwa keluarga KBQT adalah cukup besar jumlahnya, kita pun bisa ajak mereka untuk ikut belajar bersama. Jadi, daftar petugas tawashi adalah semua keluarga KBQT entah yang ada di bangku SMA, bangku kuliah, bangku rumah, ataupun di ruang kerja. Bahkan kita bisa ajak tamu-tamu yang pernah ke sini dan juga para pendamping yang sudah jarang ke KBQT. Selain kita dapat memperluas jaringan dalam rangka untuk kepentingan belajar, kita bisa mempererat silaturaahimi, peluang saling melengkapi menjadi sangat lebih besar, dan tentunya akan ada banyak hal yang menarik dan bermanfaatlah.
KBQT adalah keluarga, bukan sekolah..
KBQT bukan hanya dilingkup rumah Pak Bahruddin, makanya tidak masalah jika RC dan sekitarnya adalah sepi…

0 comments:

Post a Comment