Social Icons

twitterfacebookgoogle plusemail

Saturday, February 25, 2012

Belajar untuk Manfaat

Ide, 17 Oktober 2011

Fani, Rausyan Fikr

Belajar untuk Manfaat

Waduh! Jadi geregetan rasanya kalau melihat semangat, keberanian, dan kebahagiaan para pejuang. Dan seharusnya jiwa pejuang sudah mulai ada dan terlihat dalam hati warga KBQT, tapi kok belum begitu terlihat ya?Apa jangan-jangan malah terlupakan? Berarti, kita harus mulai beraksi nih..

Aku punya ide untuk individu, kelas atau bahkan seluruh Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah. Seharusnya sebelum belajar kita mencoba meneliti atau bias juga wawancara dengan masyarakat Kalibening “apa yang mereka butuhkan?”, nah mungkin dari jawaban dan keluhan mereka atau bias juga hasil penelitian kita secara otomatis bias kita jadikan sumber dari belajar kita.

Misal, aku sangat ingin belajar yang namanya “Imu Pengatahuan Alam” kemudian aku tanya-tanya tentang masalah pertanian di Kalibening, maka masalah itu bias aku jadikan pijakan selama aku belajar. Bisa saja sampai setahun masalah itu belum aku dapatkan jawabannya, maka akan terus aku kejar dan cari jawabannya atau bahkan bias juga aku memunculkan ide besar karena masalah itu. Nah, terlihat seru bukan? Kita belajar, penduduk Kalibening pun senang. Dengan begini si manfaat pun ikut kita dapatkan dan kita baru bias disebut warga KBQT. Bukan hanya ilmu pengetahuan alam, bias saja yang suka ekonomi, sejarah, psikolog, kesehatan, kimia, matematika, menulis, bahasa, bahkan bias saja music dan lukis yang tentunya juga dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakat.

Suatu hal yang baru itu hanya bias kita dapat kan saat kita melakukan hal yang baru pula, ayo semangat!

Dan sekali lagi, satu bekal yang paling penting untuk bergandengan tangan dengan masyarakat adalah perlu diawali dengan akhlaq yang terpuji. Karena penerimaan masyarakat adalah modal utama sebelum kita melakukan banyak hal lagi.

Dengan ini empat hal sudah kita dapatkan, “pembelajar, menadiri, berkebudayaan, danmanfaat”.

0 comments:

Post a Comment