Social Icons

twitterfacebookgoogle plusemail

Saturday, February 25, 2012

Bertanam DI musim Hujan

Musim hujan adalah masa dalam suatu tahun yang terjadi selama satu atau beberapa bulan ketika sebagian besar hujan rata-rata tahunan suatu daerah jatuh di tempat tersebut. Wilayah dengan musim hujan tersebar di beberapa kawasan tropis dan subtropis. Namun berbeda dengan Hutan hujan tropis karena teknisnya tidak memiliki musim kemarau atau hujan, karena hujan tersebar merata sepanjang tahun.

Sejumlah daerah dengan musim hujan akan mengalami jeda dalam pertengahan musim hujan ketika zona konvergensi intertropis atau truf monsun bergerak ke kutub dari lokasinya selama pertengahan musim panas. Ketika musim hujan terjadi selama musim panas, hujan lebih sering turun selama akhir sore dan awal malam. Musim hujan adalah masa ketika kualitas udara dan air segar membaik, dan tanaman tumbuh subur.

Ternyata ukuran butiran hujan juga berbeda-beda loh!

Koalesensi terjadi ketika butir air bergabung membentuk butir air yang lebih besar, atau ketika butir air membeku menjadi kristal es yang dikenal sebagai proses Bergeron. Resistensi (ketahanan) udara mengakibatkan butiran air mengambang di awan. Ketika turbulensi(pusaran) udara terjadi, butiran air bertabrakan dan menghasilkan butiran yang lebih besar. Butiran air besar ini turun dan koalesensi terus berlanjut, sehingga butiran menjadi cukup berat untuk melawan resistensi udara dan jatuh sebagai hujan. Koalesensi umumnya sering terjadi di awan atas titik beku dan dikenal sebagai proses hujan hangat. Di awan bawah titik beku, kristal es mulai jatuh ketika memiliki massa yang cukup. Umumnya, kristal membutuhkan massa yang lebih besar daripada koalesensi yang terjadi antara kristal dan butiran air sekitarnya. Proses ini bergantung kepada suhu, karena butiran air superdingin hanya ada di awan bawah titik beku. Selain itu, karena perbedaan suhu yang besar antara awan dan permukaan, kristal-kristal es ini bisa mencair ketika jatuh dan menjadi hujan.

Butiran hujan memiliki beragam ukuran mulai dari diameter rata-rata 01 millimetre hingga 9 millimetre, di atas itu butiran akan terpisah-pisah. Butiran kecil disebut butiran awan dan berbentuk bola. Butiran hujan besar semakin pepat di bawah, butiran terbesar berbentuk mirip parasut, butiran hujan terbesar di Bumi tercatat di Brasil dan Kepulauan Marshall pada tahun 2004 beberapa di antaranya sebesar 10 millimetre. Ukuran besar ini disebabkan oleh pengembunan partikel asap besar atau tabrakan antara sekelompok kecil butiran dengan air tawar yang banyak.

Kalau bicara soal hujan kita boleh mengatakan Hujan adalah sumber utama air tawar di sebagian besar daerah di dunia, menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem, juga air untuk pembangkit listrik hidroelektrik dan irigasi ladang. Curah hujan dihitung menggunakan pengukur hujan. Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca.

Dampak pulau panas perkotaan mendorong peningkatan curah hujan dalam jumlah dan intensitasnya di bawah angin perkotaan. Pemanasan global juga mengakibatkan perubahan pola hujan di seluruh dunia, termasuk di desa Kalibening para penduduk tua sudah tak dapat memperkirakan lagi kapan hujan datang dan bahkan hafalan para anak Sekolah Dasar tidak lagi dapat terbukti.

Nah, mumpung akhir-akhir ini hujan sering datang khususnya pada sore dan malam hari, ayo kita manfaatkan untuk bertanam. Karena air termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Kita pelajari dulu yuk apa saja sih faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, diantaranya :

  • Air dan mineral

Hobbi air kan selalu melarutkan apapun nih dan ternyata selain dia melarutkan mineral, air diperlukan juga untuk proses fotosintesis. Mineral yang diperlukan dalam tumbuhan antara lain nitrogen, sulfur, kalsium, kalium dan magensium. Jangan sampai ada yang kurang salah satu dari semua itu ya, karena nanti pertumbuhannya bisa terganggu.

  • Gen

Waduh, kok sampai gen segala sih? Hmm… pastinya teman-teman sudah sering mengamati kan kenapa pertumbuhan tanaman yang satu tidak sama dengan jenis tanaman lain meski umur mereka itu sama. Sebenarnya setiap individu itu memiliki sifat yang mirip dengan induknya, dan sifat-sifat itu diwariskan dari induknya melalui gen pada keturunannya. Nah begitu itu, intinya gen adalah sesuatu yang akan menentukan sifat keturunan yang terdapat pada kromosom.

  • Hormon

Hormon atau zat tumbuh merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh tumbuhan sendiri, berufngsi mengatur pertumbuhan organ-organ tertentu. Zat tumbuh yang dikenal pada tumbuhan antara lainnya adala auksin, sitokinin, giberelin, dan kalin.

  1. Auksin

Auksin terdapat pada ujung batang (bahasa gaulnya meristem apikal). Karena adanya hormon ini tumbuhan dapat tinggi dan kurus karena dia juga menghambat pertumbuhan cabang ke samping. Bagi yang masih kurang percaya boleh dicoba kok, silahkan teman-teman menanam dua tanaman bayam yang tingginya sama kemudian coba dipotong pucuknya seetelah itu lihat apa yang berbeda pada tanaman bayam yang satu dengan satu yang lainnya.

  1. Sitokinin

Sitokinin terdapat pada bagian akar yang kemudian diangkut ke organ bagian lainnya. Fungsinya adalah untuk merangsang pembelahan sel, memengaruhi pembentukan bunga, menunda pengguguran daun, bunga, dan buah dengan cara meningkatkan pasokan makanan kr organ-organ tersebut.

  1. Giberelin

Biasa dihasilkan pada bagian jaringan meristem akar, batnag, dan daun muda. Fungsinya sih merangsang aktifitas kambium, menyebabkan tanaman tumbuh raksasa, menyebabkan terbentuknya buah yang besar dan tidak berbiji, mempengaruhi tumbuhan lebih cepat berbunga, mempengaruhi perkembangan embrio dan perkecambahan.

  1. Kalin

Kalin ini merupakan zat tumbuh hormon pada tumbuhan. Berfungsi merangsang pertumbuhan organ-organ tertentu berdasarkan organ yang dipengaruhi misalnya ada kaulokalin yang berfungsi merangsang pertumbuhan batang, ada rhizokalin yang merangsang pertumbuhan akar, pokoknya sampai semua bagian hingga akar, daun, bunga, bahkan pada batang dikotil yang dilukai. Begitulah, pada setiap bagian tumbuhan sudah ada pemimpin yang jujur dan hasilnya pun sangat bermanfaat bagi manusia.


  • Karbon dioksida

Merupakan senyawa yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman untuk bahan baku pada proses fotosintesis.

  • Cahaya

Merupakan energi yang sanat diperlukan oleh tanaman, untuk membantu proses fotosintesis. Tetapi adanya cahaya juga dapat menghambat pertumbuhan karena cahaya dapat menguraikan auksin (hromon di atas tadi loh!) menjadi zat yang lainnya lagi.

  • Suhu

Tumbuhan dapat berkembang dengan baik jika berada dalam suhu optimum yaitu saat-saat yang paling tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan agr tumbuhan dapat tumbuh sempurna. Untuk daerah tropis berkisar 22-37 derajat celcius.

  • Kelembapan

Kandungan air dalam tanah dan udara sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Keadaan lingkungan yang kelembapannya rendah akan meningkatkan penguapan sehingga penyerapan air dan mineral dari dalam tanah semakin banyak, keadaan ini akan meningkatkan laju pertumbuhann pada tumbuhan.


Nah, sudah cocok banget tuh mulai dari air, cahaya, suhu dan kelembapan, untuk gen, hormon, dan karbon dioksida sih sudah selalu ada. Dan yang pasti jika hujan sering turun pada sore dan malam hari maka intensitas matahari tetap akan cukup memenuhi kebutuhan tumbuhan dalam fotosintesisnya karena mungkin saja tidak akan ada mendung di siang hari. Namun ada juga yang perlu diingat bahwa jika akan menyemai biji-bijian jangan langsung di tanah yang terlewati air hujan, bisa-bisa setahun pun tidak akan pernah tumbuh menjadi tumbuhan karena ternyata biji yang ditanam sudah terhanyut aliran air hujan dan alangkah baiknya disemaikan dulu dalam sebuah bejana gitu lah, baru setelah terasa sudah kuat melawan terpaan air hujan kita tanam deh dan kita tinggalkan dia untuk berdiri melawan segalanya dan kita akan jumpai dia lagi setelah dia telah tumbuh dan berkembang lebih besar. ^^

0 comments:

Post a Comment