Social Icons

twitterfacebookgoogle plusemail

Saturday, February 25, 2012

Ilmuwan dari Desa

Ilmuwan dari Desa

19-12-11

Oleh : Theofani Zahra

Mungkin orang akan berkata “tidak mungkin” jika ada ilmuwan dari desa, bisa karena minimnya alat dan tentunya permasalahan ekonomi. Tapi jika kita berpikir seperti ini terus kapan akan ada ilmuwan benar-benar dari desa yang sederhana?

Aku sangat mengimpikan desa yang sangat mendiri. Desa yang mungkin sangat jauh dari jangkauan pemerintah, tapi tetap bisa hidup dengan sangat nyaman dengan kesehatan terpenuhi, makanan pun tetap bergizi, dan ekonomi lebih tertata rapi dari pada yang lain. Atau bahkan bisa dibilnag desa ini lebih makmur dan jaya dari pada Negerinya.

Pertanian menjadi tulang punggung dari masyarakat desa dan terus berkembang dengan adanya seroang ahli genetika di desa, kesehatan bisa terjamin dengan adanya seorang ahli kesehatan di desa, dan semuanya mulai dari pendidikan dan ekonomi adalah dari desa. Namun untuk ahli pengetahuan alam memang selama ini terlihat sangat mustahi.

Aku ingin di KBQT mendukung orang yang ingin menjadi ilmuwan, kembali meminta bantuan perndamping agar memastikan keinginan warga KBQT sebelum bergabung. Dan jika ada yang berminat menjadi ilmuwan maka sudah pasti pun juga harus ikut di dukung karena mereka juga ikut berperan dalam kemandirian desa. Mungkin yang perlu duipayakan adalah menghabiskan materi hingga tiga tahun (1-3 SMP), karena bagaimana pun juga Ilmu Pengetahuan alam harus total dulu materinya baru setelah itu bisa praktek dan memunculkan ide baru. Cukup dengan perhatian dan arahan itu, maka sudah bisa dijamin akan menjadi sangat berhasil.

Saya sendiri sedikit menyesal, karena saya baru bisa menemukan dengan pasti bahwa diriku memang diciptakan untuk alam dan mempelajari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Jika aku mengetahui sejak tiga tahun yang lalu maka semua materi pasti sudah ada di otakku kemudian sekarang saatnya berkarya dan mengadakan terjun penelitian di desa. Dan aku sendiri tidak akan menyesal terlalu lama, karena dengan pengalaman ini maka aku berharap bisa memperbaikinya dan tetap manfaat bagi orang lain.

0 comments:

Post a Comment