Social Icons

twitterfacebookgoogle plusemail

Saturday, February 25, 2012

Judulnya, apa saja boleh!

Judulnya, apa saja boleh!

28-11-11

Oleh : Theofani Zahra

Semakin sering ditegaskan bahwa menanam itu penting, semakin bandel pula para manusia ini. Semakin sering manfaat-manfaat itu kita dengar, semakin biasa saja kata-kata itu lewat di telinga ini. Beginilah, jika nasihat datang dan tidak segera kita perbaiki diri, maka kita akan semakin kebal dari nasihat-nasihat itu. Mungkin saja telinga kita mulai tertutup, dan kita tak tahu apa lagi obatnya, karena kita benar-benar telah menjadi penyakit yang semakin kebal.

Kita bisa melihat diri kita mulai dari hal yang sangt sepele. Mulai dari wajibnya menulis ide, tawashi, harkes, upacara bahkan kata-kata sepele untuk membangkitkan semangat seperti berkaryalah, menulislah, dan bahkan mandiri lah! Yang diwajibkan memang akan selalu membebani bagi dia yang tidak faham, tidak ingin faham, dan juga tidak ingin berubah. Apalagi, nada membebani dengan kemarahan akan semakin membuat kita kebal dan menjadi semakin berani untuk berlari dari sesuatu yang diperintahkan atau diwajibkan meski sudah tahu bahwa itu adalah hal yang baik, (kalau yang ini sih masalah jengkel) . Dan kata-kata yang membangkitkan semangat itu tidak akan pernah dapat membangkitkan semangat dalam diri kita, jika kita sendiri pun tidak ingin bangkit bersemangat.

Jadi, yang harus kita lakukan adalah cepat bergerak untuk melihat dan memperbaiki diri saat kita mendapatkan sebuah nasihat. Terus, kita patut untuk memahami dengan sangat jeli saat orang menegaskan sesuatu di hadapan kita dengan kata “wajib”, maksudnya kita harus kaya akan banyak kata tanya. Dan agar kita tetap bersemangat dalam belajar kita harus sesering mungkin memahami diri kita, dan tentunya akan ada banyak cara, namun yang paling penting adalah kita tidak boleh berpola pikiran bahwa kita akan semangat bila teman-teman kita semangat tapi dimana ada kita pasti disitu akan ada semangat, intinya jangan menggantungkan semangat belajar kita pada orang lain padahal tidak selamanya mereka akan bersemangat. Semuanya harus ada pada kendali kita.

Sebelum saya menyampaikan ide saya, coba ringkas dulu deh apa yang sudah saya sampaikan tadi.. dan apa hayoo.. pesan saya? Akan saya beri sedikit waktu untuk mengingat..

Selanjutnya, apakah juga sudah mulai merenungkan sebenarnya apa yang sudah sering menimpa diri kita di balik apa yang biasa kita lakukan saat ini? Dan apakah sudah muncul sebuah rasa untuk berubah dari diri kita? Jika iya, sekarang saya akan menyampaikan sebuah tantangan.. namun jika tidak, jangan di simak tulisan saya yang selanjutnya..

Orang-orang kaya selalu berjejalan untuk menyumbang polusi, dan para petani akan selalu menanam meski sangat jarang menyumbangkan polusi kepada udara di sekitar kita. Tidak ada yang perlu dikagetkan, memang sekarang ini keadaannya adalah serba tidak adil. Yang kepanasan ya kepanasan terus sambil menerima banyak bencana akibat ulah tangan para orang nakal, dan yang nakal enak-enakan terus sambil menerima banyak uang dan kemewahan sambil mengucapkan banyak kata prihatin saja.

Bagi kita yang ingin berubah untuk menjadi yang lebih baik, sudah saatnya sekarang ini kita mulai bergerak, bekerja keras, terus bersemangat dan menahan sakit namun tetap fokus pada kebaikan. Sangat simpel dan sangat sepele tantangan dari saya, ayo kita menanam!

Disini saya tidak akan lagi menuliskan banyak manfaat menanam agar ide saya bisa terlaksana dengan baik. Namun cukup dengan saya percaya bahwa teman-teman semua telah berhasil menaklukan diri untuk berubah menjadi yang terbaik, itu sudah sangat cukup. Teman-teman bisa mencari banyak hal di internet atau bertanya kepada siapapun perihal manfaat bertananm. Namun jika saya boleh mengingatkan, bahwa memang iya kita akan mendapatkan banyak manfaat dari menanam terlebih bagi yang menanan macam-macam sayuran, tanaman buah, dan juga tanaman obat namun menanam ini adalah menjadi sangat wajib bagi kita. Coba deh, bagi yang ingin belajar menghitung silahkan dihitung berapa polusi yang telah kita sumbangkan di setiap detik dan berapa oksigen yang selalu kita butuhkan untuk bertahan hidup? Dan berapakali kita telah menanam pohon untuk memenuhi kebutuhan kita selama ini? Dan belum lagi banyak bagian tubuh kita sangat bergantung terhadap berbagai jenis tanaman.

Cukup sekian, itulah tantangan dari saya. Teman-teman tadi sudah berjanji akan merubah diri, maka bagi yang telah berjanji, di hari ini juga harus menanam minimal satu pohon atau tanaman apapunlah. Jangan pernah menyepelekan janji anda sendiri, sekali saja teman-teman akan melanggar janji untuk berubah menjadi yang lebih baik maka kebiasaan buruk itu siap hinggap hingga selama-lamanya. Sekali ini saja teman-teman melanggar janji untuk tidak menanam pohon, maka jangan teman-teman kira akan dapat merubah diri teman-reman dengan segampang apa yang teman-teman pikirkan. Dan jangan pernah salahkan siapapun, karena apa yang teman-teman lakukan adalah pilihan teman-teman.

ini hanyalah tantangan yang sangat sepele dari saya, hanya menanam satu tanaman di hari ini. Dan sebenarnya jika teman-teman menyadari, tantangan-tantangan sangat banyak disini. Semua orang dan dunia benar-benar sedang menantang kita untuk menjadi yang terbaik. dan itu pertanda bahwa tidak akan ada lagi waktu nganggur di sini. Dan mohon jangan dilupakan apa pesan-pesan saya tadi, dan kita praktekkan pada hal-hal yang ada di sekitar kita. Kita pahami mengapa KBQT didirikan, mengapa kita belajar di komunitas ini, mengapa upacara diwajibkan, mengapa ide diwajibkan, mengapa harkes diwajibkan, dan bahkan mengapa kita ini dihidupkan. InsyaAlloh, dengan kita paham maka kita akan melakukan sesuatu dengan ringan dan tidak sia-sia tentunya. Semangat !

semoga bermanfaat, salam damai… !

0 comments:

Post a Comment