Social Icons

twitterfacebookgoogle plusemail

Saturday, February 25, 2012

Mandiri..? ayo kita ciptakan…!

Ide, 10 Oktober 2011

Fani, Rausyan FIkr

Mandiri..? ayo kita ciptakan…!

Aku sempat berfikir bahwa kemandirian tidak begitu perlu untuk dilatih atau kata lainnya dibiasakan sejak dini, karena pada kenyatannya siapapun dapat beradaptasi langsung saat dia sedang membutuhkan sebuah kemandirian dalam keadaan yang mendesak. Dan umumnya orang, adaptasi ini akan berhasil.

Setelah aku berpikir lebih lama lagi, memang benar bahwa kemandirian itu dibutuhkan pada saatnya saja dan ternyata di usia remaja bahkan anak-anak sekalipun membutuhkan yang namanya kemandirian, itu berarti memang sebuah kemandirian perlu dikenalkan sejak dini (hanya dikenalkan bukan dipaksakan).

Anak yang mandiri itu cita-cita dan keinginannya tidak seutuhnya digantungkan pada orang lain, dia tetap bertahan sendiri meski terombang-ambing masalah, dia tidak sering merepotkan yang lain, dia bias mengatasi banyak hal dengan idenya sendiri, dan bahkan untuk melemmparkan tanggung jawab sangat tidak mungkin terjadi pada dirinya. Namun mandiri bukan berarti sama sekali tidak butuh orang lain, kita diciptakan berbeda agar saling bergantung dalam kata lain “saling melengkapi dan saling membutuhkan”.

Dalam keadaan morat-maritnya pemerintah saat ini, termasuk pendidikan yang ditanamkan saat ini maka kita harus segera berpikir mandiri. Mungkin sudah sangat banyak sekali orang yang keinginan dan cita-citanya menjadi kabur hanya karena seulas ijazah yang membuat bergantung, banyak orang miskin tidak menikmati ilmu, danbanyak sekali kejahatan pemerintah yang merugikan dan harus kita lakukan. Dan jika kita tetap menuruti apa kata pemerintah, kapan kita dan desa kita bias maju?

Ya, intinya kemandirian itu sangat dibutuhkan bagi semua orang maka aku ingin mencoba memaparkan ideku yang bertema “kemandirian” pula. Khususnya bagi warga KBQT, semuanya adalah dituntut untuk mandiri apalagi beraada di posisi remaja dan komunitas ini pun memanglah sebuah wadah untuk bebas dari pemerintah itu artinya kita harus bias mandiri tanpa pemerintah.

Namun, coba kita lihat apakah seratus persen yang ada di KBQT sudah bias berjalan lebih mandiri? Tentu saja belum sepenuhnya, bias kita lihat dari hal-hal yang cukup sepele yaitu awak kelas yang masih bergantung pada pendamping padahal kekuatan KBQT saat ini akan dibangun dari kelas, dan juga dalam keadaan parapendamping yang telah mulaisibuk dengan kegiatan pribadinya sendiri. Nah agar saat pendamping benar-benar harus pergi nanti tentunya kelas takperlu goyah terlalu lama, maka kita perlu biasakan hal itu mulai dari sekarang. Sebaiknya seorang pendamping tidak perlu hadir dalam kelas. Cukup saat upacara dan evaluasi saja.Bagaimana pun juga pasti warga kelas akan bergerak semampunya dalam menjalankan target kelas dan juga kegiatan kelasnya yang sudah disepakati. Selain pendamping tetap bias melakukan hal pribadinya dan tetap bias belajar bareng bersama kawan-kawanKBQT, maka kemandirian pun ikut muncul dari sini, seraya kelas pun membangun kekuatan, dan tentunya individu akan mulai ikut terbangun.

Oh iya, kenapa pendamping masih harus ikutsaat upacara atau evaluasi?

Karena seorang yang pengalamannya lebih luas dan tentunya lebih dewasa dan bijak masih dibutuhkan oleh kelas dalam memecahkan beberapa masalah yang akan sedikit menghambat targetnya atau apapun. Sebenarnya bias juga kelas memecaahkan masalaahnya bersama orang-orang dewasa lain, namun satu orang yang pasti adalah lebih baik. Bias kita lihat kelas “Anker” yang saat ini menjadi tidak karuan, mungkin karena terlalu banyaknya pendamping yang ikut berperan dan kurang matang perencanaan awalnya. Dan bias kita lihat, missal ada oraganisasi tanpa ada satu ketua maka akan menjadi berbahaya bagi organisasi tersebut.

0 comments:

Post a Comment