Social Icons

twitterfacebookgoogle plusemail

Saturday, February 25, 2012

Resep dokter

Ide, 26 September 2011

Fani, Rausyan Fikr

Resepdokter

Kadang, orang kebingungan mencari jati dirinya bahkan hingga depresi dan jika tidak pandai menyikapi kegagalan serta kebingungan pasti dia akan lari kepada hal-hal yang negatif. Kita bias ingat diri kita dulu saat sudah mengerti apa itu arti memilih, kita ingat-ingat dulu saat mulai dapat memilih, kita cenderung di bidang yang mana. Nah, jika sudah ingat dan ternyata bidang illmu tersebut banyak manfaat yang ada untuk diri sendiri dan orang lain maka segeralah ditekuni, dan jangan pernah malas untuk mengasah otak. Memang pertama adalah harus memilih, kemudian cara untuk menempuhnya bias kita upayakan dengan maksimal.

Orang yang pintar bukan selalu bermanfaat. Sepintar apapun kita, namun apa yang kita lakukan masih saja merusak dan mengganggu yang lain, maka untuk apa kita pintar dan belajar?

Inti dari sebuah pembelajaran adalah agar dapat mendatangkan perubahan baru yang bias membuat dunia dan lingkungan menjadi lebih baik.

Hmm, langsung saja deh..

Sebenarnya kemarin saat HarKes aku menangkap sesuatu yang sangat penting, yaitu obat herbal langsung petik lebih aman daripada obat herbal yang telah diekstrak, apalagi yang di dalamnya telah banyak bahan kimia campuran tangan manusia. Kaitannya adalah dosis, alergi, dan kecocokan dengan tubuh.

Jika toh ternyata ada yang lebih baik, mengapa kemudian kita memilih yang lain?

Aku punya ide sih bagi para dokter atau minimal bagi para calonnya deh. Akan sangat lebih baik dan bermanfaat jika catatan/resep obat yang diberikan pada pasiennya adalah 2 macam. Pertama, obat-obatan kimia yang telah disediakan di apotik. Kedua, obat-obatan yang memang telah disediakan Alloh di pekarangan rumah kita. Dengan begitu, pasien akan benar-benar dapat memilih sekaligus berpikir keras demi kesehatannya. Mungkin juga ada orang yang tidak ingin tahu, padahal kesehatan ini adalah sebuah anugerah indah yang Alloh berikan, kemudian kewajiban kita adalah menjaganya dengan olahraga, makan sesuai kebutuhan tubuh dan banyak cara lagi. Dan satu lagi, bagi dokter yang sangat baik adalah mencoba menjelaskan penyakit yang sedang diderita pasiennya. Kan seeru, meskipun sakit tetap akan ada ilmu baru. Dan bagi para dokterkan seharusnya juga seneng banget dong, karena dapat memberikan banyak manfaat kepada yang lain, ini baru bias disebut belajar yang bermanfaat.

Dan jangan lupa juga bagi kawan-kawan yang bercita-cita akan menjadi dokter, saat kita belajar kesehatan bukan berarti kita hanya belajar biologi saja. Dari ilmu ini malah bias kita jadikan sebagai patokan yang akhirnya akan muncul banyak pertanyaan yang membawa kita keilmu fisika, kimia, matematika, bahkan sejarah hingga ekonomi dan kita akan tetap kembali kedalam patokan. Karena memang pada dasarnya semua ilmu itu adalah satu, dalam arti antara satu dengan yang lain adalah saling terkait. Namun dewasa ini semua semakin berkembang dan terlihat begitu banyak yang akhirnya digolong-golongkan.Untuk itu kita harus berpikir lebih jauh lagi, jangan sekali-kali kita merasa bahwa hanya satu cabang ilmu yang bias kita miliki dan malah menjadi memisahkan diri dari cabang ilmu lainnya yang sebenarnya masih terkait, kita harus gunakan satu patokan saja kemudian kita akan belajar ilmu lain sesuai kebutuhan kita.

Yang penting tidak pernah berhenti belajar dan terus berkarya!

0 comments:

Post a Comment