Social Icons

twitterfacebookgoogle plusemail

Saturday, February 25, 2012

Sistem Diskusidan Ide Cerpen

Ide, 19 September 2011

Fani, Rausyan Fikr

Sistem Diskusidan Ide Cerpen

Tiba-tiba pengen menuliskan dua ide.Satu untuk kelas dan satunya lagi untuk diri sendiri. ^^

  • Untuk kelas adalah perihal diskusi, bahwa beberapa hari yang lalu teman-teman Rusyan Fikr telah sepakat jam moderator Hasan akan diganti dengan diskusi ide. Namun ternyata diskusi yang berjalan belum bias menjadi lebih rinci, selalu saja kata-kata yang keluar adalah sebangsa setuju dan sepakat. Nah, aku pengen usul saja sih, alangkah baiknya di hari senin (hari pengumpulan tulisan ide dasar atau inti), seorang yang bertanggung jawab setelah mengumpulkan ide kemudian membaginya kembali dengan acak kepada seluruh teman-teman Rausyan Fikr, dengan tujuan agar ide tersebut dapat dipahami, dilengkapi lebih rinci, diperindah, dicarikan solusi, dicarikan cara realisasi atau apapunlah yang pasti dalam rangka untuk menjadikan ide tersebut menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Dengan ini, menjadi tak ada alas an lagi untuk diam dan hanya berkata sepenggal saat harus menanggapi ide temannya yang lain dan juga demi kelancaran saat berdiskusi. Dan jugadengan kebiasaan ini akan dapat menimbulkan rasa saling menghargai atas ide orang lain bahkan tentunya pengalaman lebih luas akan kita dapatkan bersama. Hmm… satu lagi yang paling penting adalah ide yang telah dilengkapi dan didiskusikan ditulis ulang kemudian kita bukukanbersama.

  • Saat aku merasa sendiri, tiba-tiba aku mendapatkan ide cerpen. Dalam cerita itu aku akan mendatangkan seorang tokoh dengan pemikirannya yang banyak berbeda dengan teman sebayanya yang lain, bahkan sampai kebiasaan dan kesibukannya pun berbeda dengan teman-temannya yang lain pula. Sampai-sampai dia pun dikucilkan oleh yang lain, dan kadang apa yang dilakukannya hampir-hampir selalu dianggap salah. Masalah yang sering terasa susah untuk diselesaikan sendiri dan semangat yang selalu dia rindukan dari orang lain membuat dirinya menjadi begitu sangat sedih dan terpuruk. Akhirnya dia menemukan sebuah ide sekedar untuk mengusir perasaannya yang serba sendiri dan selalu mematahkan semangat. Hampir setiap saat dia terus menggoreskan pena pada kertasnya, ternyata dia mencoba memasukkkan dirinya di sela-sela rangkaian cerita di tengah-tengah kata. Dia memilih hidup dalam majinasinya sendiri demi untuk menggapai cita-citanya dan semua keinginannya. Namun akhirnya ibu dia telah berhasil membuat dia keluar dan berkecimpung di dunia nyata. Pesan yang ingin aku sampaikan adalah bahwa kita ini bukan hanya hidup dalam alam mimpi, namun kita ini juga hidup di alam nyata dan harus nekad untuk beraksi dan menyampaikan pemikiran-pemikiran yang berbeda! Memang benar bahwa kehidupan nyata itu sering kita menemukan kepahitan. Namun, apapun kenyataannya kita bias merubah itu. Jangan sampai kita terlarut dalam mimpi dan dalam khayalan belaka. Kita hars menjadikan kehidupan yang nyata iniseperti indahnya duniadalam mimpi kita!

0 comments:

Post a Comment